Monday, August 01, 2005

Sang pendamping



Istri tercinta: Hj. Nabota binti Riwua.

Sang istri berasal dari sebuah kota kecil di bagian tenggara daratan Sulawesi, tepatnya desa Wawotobi (yang berarti di atas tebing), kecamatan Unaaha, Kendari. Terima kasih kepada tokoh pemberontak Kahar Muzakar yang telah mempertemukan mereka pada sekitar awal tahun 50.










Beberapa foto masa lalu dan kini:


Hj. Nabota binti Riwua
Foto semasa di Sampang (1985).
















Foto bersama anak menantu dan para cucu di Surabaya.

Nila, Meli, Reza dan Cindy










Foto ibu bersama saudara sebapak. Dari Kanan ke kiri: Tante Said alm., tante Giba alm., ibu Nabota, tante Hariya, Tante Nursia, Tante Hadiya dan Om Marsono (Maro).










Bersama ibu-ibu anggota Persit Kartika Candra Kirana Kodim 0828 Sampang a.l.: ibu Harwahyudi (paling kiri), ibu Hasan Basri (keempat dr kiri), ibu Aminah Sujono (keenam dari kiri), Ibu Matrawi (ketujuh dr kiri).










Kunjungan ke rumah kel. alm. Fatholbari,
Jl. Gelatik Sampang, th. 2000.

Yul, bu' Na, Lilik, suami dan anak-anak.










Berkunjung ke rumah keluarga H. Abdul Mu'in. 2000. Nampak sahabat lama R.A. Salama dan R.A. Noer beserta ibu.

No comments: